Portofolio Hari Pertama (one day one article)
Materi 1: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia saat ini mengalami pergeseran atau perubahan di semua sendi kehidupan yang sangat mengkhawatirkan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan suatu konsepsi, kemauan, dan kemampuan yang kuat untuk menopang kebesaran, keluasan, dan kemajemukan keIndonesiaan. Banyak perbedaan di antara kita seperti warna kulit, tetapi tulang kita sama-sama berwarna putih, darah kita sama-sama berwarna merah, jadi ada tautan-tautan yang menyatukan kita. Kita boleh berbeda-beda etnis, agama, tetapi kita bersumber dari asal usul kita bertemu dalam kemanusiaan yang sama bertemu dalam tumpah darah yang sama bertemu di dalam dasar negara yang sama konstitusi bersama bahasa persatuan yang sama.
Mencakup pemahaman akan hak dan kewajiban warga negara serta pengalaman nilai-nilai pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Jati diri bangsa merupakan identitas unik Indonesia yang lahir dari sejarah dan kebhinekaan, sedangkan pembinaan kesadaran bela negara adalah proses menanamkan sikap dan perilaku cinta tanah air, rela berkorban, dan kemampuan untuk melindungi kedaulatan negara, yang diwujudkan melalui pendidikan, latihan serta partisipasi aktif dalam menjaga keutuhan NKRI.
Kehidupan berbangsa dan bernegara adalah interaksi antar individu dalam suatu negara yang di dasarkan pada nilai-nilai luhur yang didasarkan pada nilai-nilai luhur yang di sepakati bersama, seperti pancasila dan Undang Undang Dasar1945. Jati diri bangsa adalah ciri khas kepribadian, dan identitas unik yang melekat pada suatu bangsa, yang terbentuk dari nilai-nilai luhur, sejarah, dan budaya. Menumbuhkan sikap dan perilaku warga negara dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa melalui kesadaran akan hak dan kewajiban.
Materi 2: Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Literasi keuangan yang kuat merupakan fondasi krusial bagi kesejahteraan mahasiswa, tidak hanya selama masa kuliah tetapi juga jauh setelahnya. Mahasiswa seringkali mengelola keuangan secara mandiri, seperti uang saku, beasiswa, dan gaji part-time yang jauh dari pengawasan orang tua. Penguatan literasi keuangan bukanlah sekadar tambahan pengetahuan, melainkan investasi strategis dalam aset terpenting bangsa: sumber daya manusia berkualitas.
Dengan menyediakan akses yang mudah, relevan, dan berkelanjutan terhadap pendidikan keuangan, perguruan tinggi, komunitas, dan mahasiswa itu sendiri secara kolektif dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga cerdas finansial. Ini adalah kunci untuk membuka pintu menuju kesejahteraan holistik mahasiswa sejahtera finansial, akademis, mental, dan masa depan yang pada akhirnya akan mencetak lulusan yang tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi maksimal bagi masyarakat.
Penguatan literasi keuangan untuk mahasiswa mencakup manajemen keuangan pribadi, yaitu pemahaman dan praktik pengelola pendapatan dan pengeluaran, membuat anggaran, serta menyusun dana darurat. Selain itu, mencakup literasi investasi untuk memahami berbagai jenis investasi dan resiko nya, serta manajemen resiko untuk menghindari jeratan hutang dan penggunaan teknologi keuangan yang bijak, Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan mahasiswa agar dapat membuat keputusan keuangan yang tepat dan meraih tujuan finansial.
Materi 4; Strategi Menumbuhkan Sikap Critical Thinking Ability Untuk Menemukan Solusi Terbaik
Untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis demi menemukan solusi terbaik, bisa mengembangkan kebiasaan bertanya, membaca, dan riset dari berbagai sumber, menganalisis, dan mengevaluasi informasi serta argumen yang terlibat dalam diskusi, dan debat, serta melatih diri dngan permainan logika atau menganalisis kasus. Kenapa kita harus berpikir kritis? agar kita tidak mudah terpegaruh, dan tidak mudah termakan berita hoaks atau opini yang menyesatkan.
1. Menganalisis dan mengevaluasi informasi
evaluasi bukti dan argumen: Analisis data apakah data yang disajikan valid, dan apakah argumen yang disampaikan logis dan kuat.
2. Mengembangkan kebiasaan bertanya:
Ajukan pertanyaan "mengapa?" dan "bagaimana?", jangan langsung menerima informasi dengan begitu saja. Pertanyakan alasan di balik suatu pernyataan, dampaknya, dan bagaimana sesuatu itu terjadi atau bekerja.
Menumbuhkan sikap critical thinking ability penting untuk menemukan solusi terbaik karena mampu melatih seseorang berpikir rasional, objektif, dan analitis dalam menghadapi masalah. Dengan berpikir kritis, seseorang dapat menilai informasi secara mendalam, membandingkan berbagai alternatif, serta mempertimbangkan bukti dan logika. Hal ini membuat keputusan yang diambil lebih tepat, solusi yang dipilih lebih efektif, serta mencegah kesalahan akibat asumsi atau emosi semata.
Web Universitas: https://unusa.ac.id/
Web Fakultas Keperawatan dan Kebidanan: https://fkk.unusa.ac.id
Instagram: https://www.instagram.com/unusa_official/
Youtube: https://www.youtube.com/@unusa_official
Twitter ( X ): https://x.com/unusa_official?lang=en
TikTok: https://www.tiktok.com/@unusa_official
Link blog teman kelompok 25:

Komentar
Posting Komentar